Pendampingan Manajemen Destinasi Wisata Berbasis Community-Based Tourism di Desa Wisata Sumber Nyamplung, Pandaan, Pasuruan

Authors

  • Siti Muyasaroh Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Zainul Ahwan Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Achmad Komarudin Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Wahidatun Nikmah Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Yudharta Pasuruan
  • M. Angga Maulana Program Studi Administrasi Bisnis, Universitas Yudharta Pasuruan
  • Choirul Ummah Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Yudharta Pasuruan

DOI:

https://doi.org/10.61105/jise.v4i1.425

Keywords:

Capacity Building, Community-Based Tourism, Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Community-based village tourism development is a crucial strategy for promoting sustainable local economic independence. Tembong Hamlet, Plintahan Village, Pasuruan Regency, boasts natural tourism potential in Sumber Nyamplung, but management faces obstacles like limited human resource capacity, suboptimal institutional arrangements, and a lack of promotional strategies. This community service activity aims to increase the community's capacity to manage tourism through a community-based tourism (CBT)-based capacity-building approach. The method used is Asset-Based Community Development (ABCD), including asset identification, participatory planning, program implementation, and evaluation. The results indicate increased community participation through collective activities like cooperation (gotong royong), contributing to social capital formation and a sense of ownership. Training and mentoring successfully increased community capacity in tourism management and strengthened the role of local institutions through the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). Furthermore, using social media as a promotional tool demonstrates adaptation to digital technology, thereby increasing destination visibility. Overall, integrating capacity building and CBT proves effective in promoting sustainable village tourism development. This program impacts social and institutional aspects while opening opportunities for strengthening the local economy. Therefore, this model serves as an alternative approach for developing community-based tourism villages in similar regions.

Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat merupakan strategi penting untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal berkelanjutan. Dusun Tembong, Desa Plintahan, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi wisata alam Sumber Nyamplung, namun pengelolaannya terkendala keterbatasan SDM, kelembagaan yang belum optimal, dan minimnya promosi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola wisata melalui pendekatan capacity building berbasis Community-Based Tourism (CBT). Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset, perencanaan partisipatif, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan keberhasilan utilisasi aset fisik berupa kawasan mata air Sumber Nyamplung dan aset manusia melalui penguatan kapasitas Pokdarwis serta pemuda setempat. Pemanfaatan aset tersebut terbukti memicu peningkatan partisipasi masyarakat melalui gotong royong, yang berkontribusi pada pembentukan modal sosial dan rasa memiliki. Pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan kapasitas pengelolaan wisata serta memperkuat peran kelembagaan lokal. Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi menunjukkan adaptasi teknologi digital yang meningkatkan visibilitas destinasi. Secara keseluruhan, integrasi capacity building dan CBT efektif mendorong pengembangan desa wisata berkelanjutan, berdampak pada aspek sosial-kelembagaan, serta membuka peluang penguatan ekonomi lokal. Model ini dapat menjadi alternatif pendekatan di wilayah dengan karakteristik serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahwan, Z., Siti, M., & Marzuki, E. M. (2026). Going beyond formal governance: Indigenous social structure as a mediator of Pentahelix collaboration in the development of community-based cultural tourism, typical of the Indonesian Tengger Tribe: https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/17459435.2026.2634655

Al-Kautsari, M. M. (2019). Asset-Based Community Development: Strategi Pengembangan Masyarakat. Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4(2), 259–278. https://doi.org/10.24235/empower.v4i2.4572

Aref, F. (2011). Barriers to community capacity building for tourism development in communities in Shiraz, Iran. Journal of Sustainable Tourism, 19(3), 347–359. https://doi.org/10.1080/09669582.2010.517314

Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5

Chamidi, A. S., Kurniawan, B., & Soleh, A. N. (2023). Pendekatan ABCD dan Manajemen. Yayasan Wiyata Bastari Samasta.

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-Based Tourism: A success?

halisa, N., & Halisa, N. (2022). Metode Partisipatif Dalam Pemberdayaan Masyarakat (R3mpq_v1). OSF Preprints. https://doi.org/10.31219/osf.io/r3mpq

Jones, S. (2005). Community-Based Ecotourism: The Significance of Social Capital. Annals of Tourism Research, 32(2), 303–324. https://doi.org/10.1016/j.annals.2004.06.007

Lane, B., Kastenholz, E., & Carneiro, M. J. (2022). Rural Tourism and Sustainability: A Special Issue, Review and Update for the Opening Years of the Twenty-First Century. Sustainability, 14(10), 6070. https://doi.org/10.3390/su14106070

Moscardo, G. (2008). Community capacity building: An emerging challenge for tourism development. In Building community capacity for tourism development (pp. 1–15). https://doi.org/10.1079/9781845934477.0001

Pedro, E. L., Bagus, N., & Adiwidjaja, I. (2024). Analisis Penerapan Modal Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Pengembangan Desa Wisata Sidomulyo Kota Batu. Indonesian Social Science Review, 2(2), 78–88. https://doi.org/10.61105/issr.v2i2.90

Pratiwi, B. P. P., Kartina, A., Hady, F., Alya, G., Tasya, I., Irham, M., Putri, N., Izzuddin, N., Khalilah, N., & Jawda, R. (2024). Community Empowerment And Sustainable Tourism: The Implementation Of Community-Based Tourism Programme In Songkhla City. Jurnal Layanan Masyarakat, 8(3), 451. https://doi.org/10.20473/jlm.v8i3.2024.451-459

Qusairi, A., Arsyillah, B. T., Anwar, K., & Yakup, A. (2025). Penggunaan Metode ABCD untuk Peningkatan Partisipasi Masyarakat di Desa Tandon Sentul. Filantropis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 89–98. https://doi.org/10.38073/filantropis.v1i1.3443

Riannada, R., & Mardliyah, S. (2021). Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kencana Dalam Pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren. J+PLUS UNESA, 10(1), 315–328.

Rochman, N. (2017). Model Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi, 1(1), 59–70. https://doi.org/10.26877/ep.v1i1.1831

Rohmah, S. A., & Ahwan, Z. (2024). Tourism Construction Model: Pengembangan Rintisan Desa Wisata Khas Suku Tengger di Kawasan Hinterland Bromo Pasuruan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 6(1), 125–135.

Rout, P. C. (2017). Asset based community development in mountain environs: A strategic application for sustainable community based tourism development in the Jaunsar-Bawar region of Uttarakhand, India. Tourism and Leisure, 6.

Sakirin, S., Bagiastra, I. K., Murianto, M., Idrus, S., & Kurniansah, R. (2021). Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dalam Pengembangan Potensi Wisata Gunung Sasak Di Desa Kuripan Giri Sasaka. Journal Of Responsible Tourism, 1(2), 55–62. https://doi.org/10.47492/jrt.v1i1.993

Saputra, D., & Pamungkas, B. D. (2023). Strategi Pemasaran Pariwisata Dalam Rangka Meningkatkan Daya Tarik Kunjungan Wisatawan Di Kabupaten Sumbawa. Samalewa: Jurnal Riset & Kajian Manajemen, 3(1), 21–32. https://doi.org/10.58406/samalewa.v3i1.1182

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249.

Singgalen, Y. A., & Prasadja, H. (2025). Pariwisata Berbasis Komunitas. Penerbit Widina.

Walia, S. K. (Ed.). (2020). The Routledge Handbook of Community Based Tourism Management: Concepts, Issues & Implications. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429274664

Xiang, Z., & Gretzel, U. (2010). Role of social media in online travel information search. Tourism Management, 31(2), 179–188. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2009.02.016

Published

01-06-2026

How to Cite

Muyasaroh, S., Ahwan, Z., Komarudin, A., Nikmah, W., Maulana, M. A., & Ummah, C. (2026). Pendampingan Manajemen Destinasi Wisata Berbasis Community-Based Tourism di Desa Wisata Sumber Nyamplung, Pandaan, Pasuruan. Journal of Indonesian Society Empowerment, 4(1), 53–66. https://doi.org/10.61105/jise.v4i1.425

Issue

Section

Articles