Strategi Komunikasi pada Konten “Bangun Budaya Digital yang Positif” di Instagram @hyabigail_
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dalam konten “Bangun Budaya Digital yang Positif” pada akun Instagram @hyabigail_. Akun tersebut dipilih karena secara konsisten membagikan konten yang berkaitan dengan literasi digital, etika bermedia sosial, serta edukasi mengenai perilaku yang bertanggung jawab di ruang digital, sehingga dinilai relevan untuk mengkaji bagaimana pesan mengenai budaya digital disampaikan melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi untuk menelaah pesan yang terdapat dalam konten, dengan melihat unsur komunikasi berdasarkan teori Harold Lasswell, yaitu siapa komunikatornya, pesan yang disampaikan, media yang digunakan, audiens yang dituju, serta efek yang dihasilkan. Analisis dilakukan dengan memperhatikan beberapa bentuk strategi yang digunakan dalam konten, seperti penggunaan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami dalam caption, pemanfaatan visual berupa desain grafis informatif, serta pemilihan waktu unggah yang disesuaikan dengan aktivitas pengguna Instagram. Melalui strategi tersebut, pesan mengenai pentingnya membangun budaya digital yang bertanggung jawab diharapkan dapat tersampaikan dengan lebih jelas kepada audiens media sosial.
This study aims to analyze the communication strategies used in the content “Building a Positive Digital Culture” on the Instagram account @hyabigail_. The account was selected because it consistently shares content related to digital literacy, social media ethics, and responsible behavior in the digital space, making it relevant for examining how messages about digital culture are communicated through social media platforms. This research applies a qualitative approach using content analysis to examine the messages presented in the content. The analysis is guided by Harold Lasswell’s communication model, which focuses on the communicator, the message conveyed, the media used, the intended audience, and the resulting effects. The study specifically examines several strategic elements within the content, including the use of clear and accessible language in captions, the application of informative visual designs, and the selection of posting times that align with Instagram user activity. Through these strategies, the content seeks to effectively communicate the importance of developing responsible and constructive digital culture among social media audiences.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Antara News. (2023, 9 September). UNESCO sebut 763 juta orang dewasa kekurangan literasi dasar. https://www.antaranews.com/
APJII. (2024, 7 Februari). Survei penetrasi internet Indonesia 2024: Jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
Hazimah, H., & Hariyanto, D. (2023). Representation Of Cyberbullying In Social Media Instagram (Semiotic Analysis On @Rachelvennya Account). Jurnal Spektrum Komunikasi. https://doi.org/10.37826/spektrum.v11i3.556
Hazimah, N., & Hariyanto, D. (2023). Strategi komunikasi anti-cyberbullying di media sosial Instagram. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(2).
Info Jatim. (2025, 23 Januari). Penetrasi internet Jatim capai 82,19 persen, Diskominfo siapkan generasi tangguh di dunia maya. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/penetrasi-internet-jatim-capai-82-19-persen-diskominfo-siapkan-generasi-tangguh-di-dunia-maya
Irhamni, M. A. F. (2024, 15 Mei). Survei Kominfo: Skor indeks masyarakat digital Indonesia capai 43,34 di 2024. GoodStats. https://data.goodstats.id/statistic/survei-kominfo-skor-indeks-masyarakat-digital-indonesia-capai-4334-di-2024-IVOl1
Kutok, E., Dunsiger, S., Pateña, J., Nugent, N., Riese, A., Rosen, R., & Ranney, M. (2020). A Cyberbullying Media-Based Prevention Intervention for Adolescents on Instagram: Pilot Randomized Controlled Trial. JMIR Mental Health, 8. https://doi.org/10.2196/26029
Larasati, S. (2024). Cyberbullying phenomenon on instagram social media: phenomenological analysis of indonesian students. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia). https://doi.org/10.29210/022026jpgi0005
Lasswell, H. D. (1948). The structure and function of communication in society. Dalam L. Bryson (Ed.), The communication of ideas (hlm. 37–51). Institute for Religious and Social Studies.
Savage, M., Deiss, D., Roberto, A., & Aboujaoude, E. (2017). Theory-Based Formative Research on an Anti-Cyberbullying Victimization Intervention Message. Journal of Health Communication, 22, 124 - 134. https://doi.org/10.1080/10810730.2016.1252818
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sulianta, F. (2022). Langkah-langkah penelitian netnografi dan analisis isi digital. Andi
Tarigan, D., Riwu, L., & Monika, S. (2022). Use of Cyberbullying Language on Instagram Social Media. SHS Web of Conferences. https://doi.org/10.1051/shsconf/202214901047
Vasyaev, A., & Shestak, V. (2020). Cyberbullying and cyber-mobbing. Informatologia. https://doi.org/10.32914/i.53.3-4.2
Wulandah, S. (2023). FENOMENA CYBERBULLYING: KRISIS ETIKA KOMUNIKASI NETIZEN PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM. Jurnal Analisa Sosiologi. https://doi.org/10.20961/jas.v12i2.70025
Zamzamima, E., Hambali, I., & Apriani, R. (2022). Instagram Sebagai Ruang Cyberbullying untuk Memenuhi Kebutuhan Gaya Hidup Hedonis Siswa Sekolah Menengah Atas. Buletin Konseling Inovatif. https://doi.org/10.17977/um059v2i22022p87-96