Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Siswa Berakhlakul Karimah di SMP Islam Gandusari Trenggalek
DOI:
https://doi.org/10.61105/jap.v2i2.458Keywords:
Peran Guru PAI, Akhlakul Karimah, Keteladanan, Pembiasaan Religius, SMP Islam GandusariAbstract
Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membina moralitas dan spiritualitas generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru PAI dalam membentuk siswa yang berakhlakul karimah di kelas VIII C SMP Islam Gandusari Trenggalek serta faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) pada Juni Juli 2022. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai teladan dalam tutur kata, cara berpakaian, dan kedisiplinan; sebagai pemberi arahan dan nasihat; serta sebagai pembimbing melalui pembiasaan keagamaan, seperti doa dan surat pendek bersama, salat dhuha dan zuhur berjamaah, serta pengajian kitab kuning. Melalui peran tersebut guru menanamkan sifat sabar, kasih sayang, hemat, malu, berani, dan adil, yang menurut pengakuan siswa diterapkan antara lain dalam bentuk sabar menghadapi ujian, menyayangi teman, dan berani bertanya. Faktor yang memengaruhi peran guru PAI adalah keteladanan guru dan kerja sama antarstaf sekolah.
Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in developing the morality and spirituality of the younger generation. This study aims to describe the role of PAI teachers in shaping students' noble character (akhlakul karimah) in class VIII C of SMP Islam Gandusari Trenggalek and the factors that influence it. The study used a descriptive qualitative approach with a field research design conducted in June July 2022. Data were collected through observation, interviews with the PAI teacher and students, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, and validated through technique and source triangulation. The findings show that the PAI teacher acts as a role model in speech, dress, and discipline; as a giver of guidance and advice; and as a mentor through religious habituation, such as joint prayers and short surah recitation, congregational Dhuha and Dzuhur prayers, and classical Islamic text (kitab kuning) study. Through these roles the teacher instills patience, compassion, thrift, shyness (haya'), courage, and justice, which students report applying, for example, by being patient during exams, caring for friends, and daring to ask questions. The factors influencing the teacher's role are the teacher's role modeling and cooperation among school staff.
References
Abdullah, M. Y. (2007). Studi akhlak dalam perspektif Al-Qur'an. Amzah.
Al-Ghazali, A. H. (2018). Ihya' ulumuddin (Terjemahan). Darul Kutub Al-Islamiyah.
Alim, M. (2006). Pendidikan agama Islam. Remaja Rosdakarya.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Deal, T. E., & Peterson, K. D. (2016). Shaping school culture: The heart of leadership (3rd ed.). Jossey-Bass.
Djatnika, R. (1996). Sistem etika Islami (akhlak mulia). Pustaka Panjimas.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, A., DZ, A. S., Haedari, A., & Karim, A. (2023). The role of Islamic Religious Education teachers in character education: A qualitative study at Mutiara Hikmah Vocational High School (SMK). Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 145–154. https://doi.org/10.14421/jpi.2023.121.145-154
Noer, M. A., & Sarumpaet, A. (2017). Konsep adab peserta didik dalam pembelajaran menurut Az-Zarnuji dan implikasinya terhadap pendidikan karakter di Indonesia. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 14(2), 181–208. https://doi.org/10.25299/alhikmah:jaip.2017.vol14(2).1028
Pasady, S., Renaldi, H., Hidayati., Syarif, F., & Pahrurraji. (2013). Esensi guru dalam visi-misi pendidikan karakter. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 2(3), https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4076009
Presiden Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Download/29906/UU%20Nomor%2014%20Tahun%202005.pdf
Sanderse, W. (2013). The meaning of role modelling in moral and character education. Journal of Moral Education, 42(1), 28–42. https://doi.org/10.1080/03057240.2012.690727
Satori, D., & Komariah, A. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNESCO. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education—A tool on whose terms? https://www.unesco.org/gem-report/en/publication/technology
UNICEF Indonesia. (2026). Membantu remaja berkembang: Panduan fasilitator untuk berkegiatan dengan remaja usia 15 hingga 19 tahun. https://www.unicef.org/indonesia/id/perlindungan-anak/laporan/modul-membantu-remaja-berkembang
Wahidin, U. (2018). Implementasi literasi media dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 229-224. https://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/284/255
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andri Eko Setyawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


